iRAN (iLearning Raharja Ask and News) Berita RSS

Bank Dunia Sanjung Indonesia sebagai Negara Besar

Bank Dunia Sanjung Indonesia sebagai Negara Besar

Liputan6.com, Jakarta : Bos baru Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves memuji Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah yang dinamis berkat fondasi makro-ekonomi yang kuat dan manajemen fiskal yang baik.

Chaves bahkan yakin Indonesia akan mampu mengatasi tekanan pada rupiah, dan terus bertahan menghadapi gejolak eksternal.

"Yang lebih penting, negara besar ini memiliki semua yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi semua rakyat Indonesia,” kata Chaves, yang mendapat gelar doktoratnya di bidang ekonomi dari Ohio State University dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11/2013).

Caves terpilih menjadi Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia menggantikan Stefan G. Koeberle. Sebelumnya, Chaves menjabat Direktur Pengentasan Kemiskinan dan Manajemen Ekonomi untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Meski ekonomi Indonesia tetap tangguh, tingkat pertumbuhan diakui Bank Dunia mulai melambat. Hal ini mencerminkan pelemahan dalam investasi, harga komoditas, serta konsumsi domestik. Defisit neraca Indonesia juga terus naik, dengan jumlah impor yang naik lebih cepat dari pada jumlah ekspor.

"Namun perubahan kebijakan dalam beberapa bulan terakhir, seperti pengurangan subsidi bahan bakar minyak, merupakan perkembangan positif yang akan membantu Indonesia bangkit kembali," katanya.

Chaves menilai ekonomi Indonesia tengah menyesuaikan diri dengan ketidakpastian jangka pendek. Namun proyeksi pertumbuhan Indonesia tidak perlu diragukan lagi terutama bila rencana jangka panjang dan kebijakan publik dapat meningkatkan investasi, serta juga perluasan keterampilan tenaga kerja dan infrastruktur.

"Setelah enam dekade kemitraan, kesempatan Bank Dunia untuk terus mendukung Indonesia dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan rakyat, adalah suatu kehormatan,” kata Chaves.

Di tanah air, Chaves akan memimpin program dengan portfolio terdiri dari 37 proyek aktif bernilai komitmen US$ $8 miliar per Agustus 2013. Portfolio tersebut terdiri dari berbagai program, termasuk program pembangunan berbasis masyarakat, program perluasan energi geotermal, dan program layanan pendidikan anak usia dini. (Shd)


Anda tidak bisa mengirim komentar pada artikel ini