iRAN (iLearning Raharja Ask and News) Berita RSS

Inilah Penyebab Sedikit Banyaknya Darah Haid

Jakarta, Darah haid yang keluar saat seorang wanita 'datang bulan' tak selalu sama. Kadang jumlahnya sedikit, hanya berupa flek-flek cokelat yang selesai dalam 3 hari. Tapi di bulan berikutnya bisa saja sangat banyak dan berupa gumpalan. Lantas apa penyebab sedikit banyaknya darah haid?

dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, dokter spesialis kandungan dari RSUD Leuwiliang Bogor menjelaskan bahwa gangguan haid karena volume darah haid dibedakan menjadi dua, yaitu hipomenorrhea dan hipermenorhhea.

Hipomenorrhea terjadi jika volume darah haidnya kurang dari 3 pembalut sehari, sedangkan hipermenorhhea jika volume darah haidnya lebih dari 5 pembalut sehari. Akan tetapi dalam perjalanannya, terminologi hipermenorrhea dijadikan satu dengan menorrhagia, yaitu jika lama haid lebih dari 7 hari atau volume darah haid lebih dari 80 cc (5 pembalut lebih dalam sehari).

"Penyebab dari sedikitnya volume darah haid atau lamanya haid kurang dari 3 hari, misalnya kelainan bawaan dari rahim yang kecil (hipoplasia), kelainan hormon karena rendahnya hormon estrogen-progesteron," ujar dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, saat dihubungi detikHealth.

Sedangkan pada kasus menorrhagia bisa disebabkan kelainan pada rahim karena adanya tumor mioma, kelainan pembekuan darah (penyakit hemofilia) atau pengaruh hormon yang berlebihan, baik hormon estrogen maupun progesteron.

"Sehingga dengan adanya gangguan haid tersebut, harus dilihat apakah pada siklus haidnya bisa terjadi ovulasi atau tidak, yang akan sangat mempengaruhi kesuburan wanita untuk bisa hamil atau tidak. Secara umum penatalaksaan pada wanita dengan gangguan haid adalah memperbaiki keadaan umum, menghentikan perdarahan, dan mengembalikan fungsi hormon reproduksi," tambah dr Irfan.

Dihubungi terpisah, dr Frizar Irmansyah, SpOG, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina menuturkan bahwa banyak sedikitnya darah haid yang keluar paling banyak dipengaruhi oleh penebalan dinding rahim, yang bisa diketahui lewat USG.

Tapi menurutnya, yang pasti gaya hidup seorang wanita sangat mempengaruhi pola haidnya. Misalnya konsumsi makanan berlemak seperti keju dan susu, makanan-makanan itu merupakan bentuk sumber estrogen. Terlalu banyak mengonsumsi makanan itu cenderung meningkatkan estrogen dalam darah, meskipun tidak selalu, sehingga darah haid mungkin akan menjadi lebih banyak.

"Tidak masalah darah haid mau banyak atau sedikit, yang penting teratur. Jaga kondisi tubuh, jangan terlalu gemuk, perbanyak olahraga, dan perbanyak konsumsi makanan berserat," pesan dr Frizar.

 

[Dikutip dari : detik.com]

Oleh : Ajeng Annastasia Kinanti

Anda tidak bisa mengirim komentar pada artikel ini